Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Ekonomi

IHSG Terkonsolidasi, Pasar Prediksi BI Menahan Suku Bunga Acuan

20
×

IHSG Terkonsolidasi, Pasar Prediksi BI Menahan Suku Bunga Acuan

Share this article
Foto ilustrasi, IHSG terkonsolidasi
Example 468x60

HFANEWS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkonsolidasi pada perdagangan pekan ini periode 20-22 Mei 2024. IHSG mengalami konsolidasi seiring dengan adanya sentimen Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hingga pernyataan Bank Sentral AS The Fed.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebut, para pelaku pasar memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan di level saat ini 6,25%, setelah mengerek suku bunga 25 basis poin (bps) secara tak terduga pada April 2024 untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Example 300x600

Phintraco mengatakan, pada pekan ini level resisten IHSG diprediksi tembus 7.330, sedangkan level pivot 7.250 dan level support di angka 7.200. Sejumlah saham diprediksi cuan pekan depan seperti ADMR, INDF hingga AVIA.

“Pasar akan merespons keputusan RDG BI di hari terakhir perdagangan pekan depan, Rabu [22/5]. Pekan depan akan menjadi pekan yang singkat karena hari perdagangan hanya berlangsung tiga hari,” tulis Phintraco, dikutip Senin (20/5/2024).

Sebagai informasi, pada pekan depan perdagangan Bursa hanya berlangsung selama tiga hari, sebab ada libur terkait Hari Raya Waisak pada 23 Mei 2024, dan cuti bersama pada 24 Mei 2024.

Baca Juga: IHSG Dibuka Bergerak ke Zona Hijau Tembus 7.200

Dari sentimen global, di Amerika Serikat (AS) tengah berlangsung serangkaian pidato petinggi The Fed, sehingga pergerakan IHSG di awal pekan ini akan merefleksikan pidato terbaru Kepala The Fed, Jerome Powell pada Senin (20/5) dini hari WIB. Kondisi ini diperkirakan menahan laju IHSG pada pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tembus 40.000 untuk pertama kalinya pada Jumat (17/5/2024). S&P 500 dan Nasdaq ditutup flat di waktu yang sama. Meski demikian, Wall Street masih melanjutkan reli penguatan mingguan dalam sebulan terakhir. Pasar masih ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan pada September 2024.

“Pasar bahkan melihat peluang sebesar 14,8% untuk pemangkasan 50 bps pada September 2024 menurut CME FedWatch Tools,” ujarnya.

Beralih ke Eropa, Euro Area core inflation turun ke 20 bps secara bulanan (month-over-month/MoM) ke 2,7% year-on-year (YoY), sementara inflasi total tetap di 2,4% YoY pada April 2024.

European Central Bank (ECB) belum menunjukan perubahan tendensi pemangkasan suku bunga. Dari regional Asia, China mencatatkan realisasi data makro yang beragam. House price index masih melemah 3,1% yoy di April 2024, tapi industrial production tumbuh 6,7% yoy dan unemployment rate turun ke 5% di April 2024.

Data-data tersebut menjadi indikasi bahwa pemulihan aktivitas ekonomi mulai terjadi pada April 2024. “Saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan depan meliputi ADMR, INDF, JSMR, ACES, NISP, dan AVIA,” pungkas Phintraco Sekuritas.(HFAN/Arum)

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *