Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Politk

Ketua DPN Apindo: Capres dan Cawapres Indonesia ke Depan Memiliki Latar Belakang Pengusaha

164
×

Ketua DPN Apindo: Capres dan Cawapres Indonesia ke Depan Memiliki Latar Belakang Pengusaha

Share this article
Presiden Joko Widodo (tengah), Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani (sebelas kiri), Ketua Dewan Pertimbangan Sofjan Wanandi (sebelas kanan), Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Hariyadi B. Sukamdani berfoto bersama Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo 2023-2028 di Jakarta, Senin (31/7). Bisnis/Arief Hermawan P
Example 468x60

HFANEWS.COM – Perhelatan politik akbar tahun depan sontak menaruh perhatian pengusaha di tanah air. Pengusaha menaruh perhatian pada calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan berlaga di Pemilu 2024. Para pengusaha menginginkan agar capres dan cawapres memiliki pendidikan dan pengalaman di dunia usaha.

Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN Apindo) Sarman Simanjorang berharap capres dan cawapres Indonesia ke depan memiliki latar belakang pengusaha.

Example 300x600

Selain itu, ia juga berharap pemimpin ke depan dapat melanjutkan program kerja ekonomi yang telah ada saat ini.

“Pengusaha butuh keberlanjutan dan kebersinambungan, makanya kalau ada kata-kata perubahan, itu harus dijelaskan kepada kami. Perubahan untuk keberlanjutan atau perubahan dari nol,” kata Sarman dalam Diskusi Kalkulasi Pasangan Capres Cawapres Harapan Pengusaha, Senin (28/8/2023).

Pasalnya, menurut Sarman, apabila perubahan tersebut dimulai dari nol, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal bergerak lamban. “Saya yakin pengusaha akan lebih condong memilih capres dan cawapres yang berlatar belakang pengusaha. Katakanlah kalau saat ini ada tiga capres yang bukan berlatar belakang enterprenuer, kita harapkan nanti minimal pendampingnya adalah pengusaha,” ujarnya.

Baca Juga: https://hfanews.com/manfaat-madu-bisa-dijadikan-obat-alami-berbagai-penyakit/

Sarman menilai, presiden dan wakil presiden yang berasal dari kalangan pengusaha juga akan memahami kondisi pengusaha. Selain itu, aspirasi yang disampaikan pelaku usaha juga akan lebih cepat direspon.

Lebih lanjut, ia meminta pemimpin baru nantinya probisnis dan pengusaha karena 80% perekonomian Indonesia digerakkan sektor swasta. Sehingga pemerintah sebagai regulator semestinya membuat kebijakan yang tidak menghambat dunia usaha dan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Ia berharap pemimpin ke depan dapat membangun perekonomian menuju Indonesia Emas 2045, investasi Ibu Kota Nusantara, hilirisasi sumber daya alam, bonus demografi dikelola baik, implementasi UU Cipta Kerja, dan dukung UMKM.

“Siapapun pemimpin ke depan, yang kita harapkan relasi hubungan itu jangan ke pengusaha-pengusaha besar saja. Masih ada 60 juta nasib pengusaha-pengusaha UMKM yang harus diselamatkan supaya ke depan dapat naik kelas,” kata dia. (HFAN/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *