Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Ekonomi

Pelaku Pasar Fokus pada Laporan Ketenagakerjaan AS, Rupiah Menguat

17
×

Pelaku Pasar Fokus pada Laporan Ketenagakerjaan AS, Rupiah Menguat

Share this article
Foto ilustrasi, rupiah menguat
Example 468x60

HFANEWS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Kamis (6/6/2024) dan menyentuh ke level Rp16.285.

Rupiah menguat tipis 1,50 poin atau 0,01% menuju level Rp16.285 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,16% ke posisi 104,10.

Example 300x600

Mengutip data Bloomberg, mata uang lain di Asia juga mayoritas menguat. Won Korea, misalnya, mencatatkan penguatan 0,56%, lalu diikuti yen Jepang 0,30%, dan yuan China 0,05%. Adapun, baht Thailand serta rupee India menguat 0,30% dan 0,17%.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada rentang Rp16.270 sampai dengan Rp16.340 per dolar AS.

“Terendah sejak Februari 2021. Penurunan ini menambah kekhawatiran pasar setelah laporan indeks manajer pembelian dan penurunan peringkat produk domestik bruto yang lemah,” ujarnya dalam publikasi riset harian, dikutip Kamis (6/6/2024).

Menurutnya, pelaku pasar kini berfokus pada laporan ketenagakerjaan AS yang rilis Jumat ini. Diperkirakan ada 185.000 lapangan kerja baru tercipta pada Mei, naik dari 175.000 per April. Namun, data nonfarm payrolls akan menjadi indikator kunci pasar tenaga kerja AS.

Terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi fluktuasi rupiah. Dari luar negeri, data terbaru Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) menunjukkan penurunan signifikan sebanyak 296.000 menjadi 8,059 juta pada akhir April 2024.

Baca Juga: Dolar Melemah, Rupiah Menguat 0,05% ke Level Rp16.245

Dari dalam negeri, pemerintah telah menetapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2025 di kisaran 2,45%-2,82%, lebih tinggi dibandingkan target defisit 2024 sebesar 2,29%.

“Defisit yang melebar ini mempertimbangkan kebutuhan untuk melanjutkan program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo serta peningkatan pembayaran bunga utang,” tuturnya.

Ibrahim mengatakan dengan belanja yang berbasis utang, penting untuk memastikan belanja modal dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar kembali utang tersebut.

Selain itu, ruang belanja yang lebih tinggi di APBN 2025 berpotensi mempersempit fleksibilitas anggaran pemerintahan baru.

Pemerintahan baru juga harus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 paling lambat tiga bulan setelah pelantikan.(HFAN/Arum)

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *