Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
BeritaBisnis

Tantangan Di Depan, Dampak Kenaikan Harga Minyak Terhadap Pasar

1237
×

Tantangan Di Depan, Dampak Kenaikan Harga Minyak Terhadap Pasar

Share this article
Example 468x60

HFANEWS.COM – Harga minyak mentah dunia naik lebih tinggi pada perdagangan hari ini, kenaikan dua hari beruntun pada perdagangan sebelumnya. Dan para investor tetap waspada terhadap lemahnya permintaan bahan bakar pada tahun depan.

Pada pembukaan perdagangan hari ini Selasa harga minyak mentah WTI dibuka menguat 0,15% di posisi US$71,43 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent dibuka lebih tinggi atau naik 0,12% ke posisi US$76,12 per barel.

Example 300x600

Pada perdagangan Senin harga minyak mentah WTI ditutup naik tipis 0,13% di posisi US$71,32 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent ditutup menguat 0,25% ke posisi US$76,03 per barel.

Baca juga : Wall Street Cetak Rekor, Tunggu Keputusan The Fed dan Data Inflasi AS

Harga minyak sedikit naik pada perdagangan Senin karena pengurangan produksi OPEC+ gagal sepenuhnya mengimbangi kekhawatiran seputar kelebihan pasokan minyak mentah dan pertumbuhan permintaan bahan bakar yang lebih lemah pada tahun depan.

Kedua kontrak minyak tersebut melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Jumat tetapi turun selama tujuh minggu berturut-turut, penurunan mingguan terpanjang sejak 2018, di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan yang masih ada.

Meskipun kelompok OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, berjanji untuk memangkas produksi minyak mentah sebesar 2,2 juta barel per hari (bpd) pada kuartal pertama, investor tetap skeptis terhadap kepatuhan dari para anggota.

“Anggota yang berpartisipasi dalam pembatasan produksi tidak hanya melihat penurunan pendapatan dari volume yang lebih kecil tetapi juga dari anjloknya harga yang terjadi setelah keputusan terakhir OPEC+,” ujar Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

Pertumbuhan output di negara-negara non-OPEC diperkirakan akan menyebabkan kelebihan pasokan pada tahun depan.

RBC Capital Markets memperkirakan penarikan saham sebesar 700.000 barel per hari pada semester pertama, namun hanya 140.000 barel per hari untuk setahun penuh.

“Harga akan tetap berfluktuasi dan tidak memiliki arah sampai pasar melihat data yang jelas mengenai penurunan produksi secara sukarela,” menurut analis RBC dalam sebuah catatan.

Dengan pemotongan yang belum dilaksanakan sampai bulan depan, minyak menghadapi volatilitas selama dua bulan sebelum adanya kejelasan dari data kepatuhan yang dapat diukur, menurut para analis. (hf/dvd)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *