Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
BeritaBisnis

Ratusan Karyawan Amazon di PHK

1244
×

Ratusan Karyawan Amazon di PHK

Share this article
Example 468x60

HFANEWS.COM – Amazon dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah pegawainya yang mengurus asisten virtual, Alexa. PHK dilakukan karena Amazon sedang menggeser prioritas bisnis yang kini lebih fokus pada kecerdasan buatan generatif.

Menurut sebuah email anonim, PHK dilakukan terhadap ratusan karyawan yang menggarap Alexa. Kendati demikian, seorang juru bicara perempuan Amazon, yang tidak ingin diungkap identitasnya, menolak menjelaskan lebih rinci tentang jumlah karyawan yang terdampak PHK tersebut.

Example 300x600

Baca juga : Menko Airlangga: Nilai Ekonomi Digital RI Hampir Tembus Rp1.232 Triliun

“Kami mengubah beberapa upaya kami agar lebih selaras dengan prioritas bisnis kami, dan apa yang kami tahu paling penting bagi pelanggan, termasuk memaksimalkan sumber daya dan upaya kami yang berfokus pada AI generatif. Pergeseran ini membuat kita menghentikan beberapa inisiatif,” papar Wakil Presiden Alexa dan Fire TV Daniel Rausch dikutip dari Reuters.

Amazon diketahui telah menarik kembali karyawan di berbagai divisi pada November ini, termasuk divisi musik dan game serta beberapa pekerjaan di divisi sumber daya manusia.

Pada akhir Oktober, unit perangkat diketahui memiliki pemimpin baru. Sosok itu adalah Panos Panay yang dulu bekerja di Microsoft. Ia menggantikan David Limp, seorang pegawai yang sudah 13 tahun bekerja untuk Amazon dan kini mengepalai perusahaan Blue Origin milik Jeff Bezos.

Alexa merupakan sebuah virtual assistant atau teknologi asisten suara yang dapat dipertintah untuk mengatur waktu, mencari kata kunci, memutar musik, atau menjadi pusat otomatisasi rumah.

Pada September 2023, Reuters melaporkan bahwa semangat kerja pegawai Amazon di divisi perangkat terpuruk karena dianggap lemah bersaing. Secara khusus, sejumlah orang yang mengetahui masalah itu mengatakan bahwa anggapan itu merujuk pada Alexa yang disebut gagal mengimbangi kecerdasan buatan generatif.

Alexa diketahui bersaing dengan Alphabet dari Google dan Siri dari Apple. Meskipun demikian, Rausch mengaku tetap optimis dengan Alexa.

“Memasukkan model bahasa baru yang besar ke dalam AI pribadi yang dapat meneruskan suara, telah dan terus menjadi tantangan yang sangat besar,” tulis Rausch menggunakan istilah lain untuk AI generatif.
Amazon hingga November 2023 diketahui telah memangkas lebih dari 27.000 pekerja.

Perusahaan tersebut menjadi salah satu yang mengikuti gelombang PHK di bidang teknologi AS setelah industri tersebut mempekerjakan banyak orang selama pandemi.

Pemotongan karyawan terbaru terjadi ketika Amazon mengeluarkan laporan laba bersih pada kuartal III-2023. Jumlah labah bersih yang diperoleh Amazon pun jauh dari perkiraan analis, tapi pendapatan perusahaan pada kuartal IV-2023 diperkirakan sesuai ekspektasi.

Kuartal IV disebut menjadi yang paling penting bagi Amazon karena mencakup belanja liburan. (HFAN/DVD)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *