Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Bisnis

Saham BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI Melemah Seiring Ambrolnya Rupiah

29
×

Saham BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI Melemah Seiring Ambrolnya Rupiah

Share this article
Seorang karyawawati tengah memantau pergerakan harga saham di salah satu sekuritas di Jakarta. (Foto BeritaSatu)
Example 468x60

HFANEWS.COM – Emiten bank jumbo seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan pelemahan harga saham setelah libur lebaran seiring dengan ambrolnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data RTI Business, harga saham BMRI dibuka di level Rp6.325 pada perdagangan hari ini, Selasa (16/4/2024), turun 7,32% dibandingkan harga penutupan sebelum libur lebaran Rp6.825. Harga saham BBRI dibuka di level Rp5.350 pada perdagangan hari ini, turun 5,3% dibandingkan harga penutupan sebelum lebaran.

Example 300x600

Lalu, harga saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 5,07% dan dibuka ke level Rp9.350. Sementara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penurunan harga saham 1,93% dibuka ke level Rp5.075.

Jebloknya harga saham bank-bank jumbo terjadi di tengah tren melorotnya rupiah. Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 353,50 poin atau 2,23% menuju level Rp16.201,5 per dolar AS pada perdagangan hari ini (16/4/2024).

Baca Juga: Dipicu Sejumlah Faktor, Rupiah Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun terakhir

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan tren lesunya rupiah memberi sentimen negatif terhadap industri perbankan. Melemahnya rupiah akan membuat biaya barang semakin mahal dan akan mendorong inflasi serta dapat berdampak pada kebijakan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

“Bagi bank tentu yang utama adalah ancaman peningkatan NPL [nonperforming loan/NPL] yang dapat menggerus laba bank,” katanya kepada Bisnis pada Senin (15/4/2024).

Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,14% menuju posisi 106,35. Rupiah memang telah mencatatkan tren pelemahan sejak awal tahun ini. Tercatat, pada perdagangan awal tahun, per 2 Januari 2024 rupiah masih di level Rp15.390.

Sebelumnya, Senior Faculty LPPI Amin Nurdin juga mengatakan lesunya rupiah mampu menyengat bank-bank yang punya kepentingan atau portofolio bisnis luar negeri yang banyak.

Baca Juga: Akibat Ketegangan Timur Tengah, Saham-Saham Energi AS Melonjak

“Bank-bank yang terkait aktivitas treasury, trade financing, aktivitas international banking, portofolionya di valuta asing besar, ini rawan terdampak,” tuturnya.

Menurutnya, rata-rata bank yang mempunyai portofolio bisnis luar negeri besar adalah bank-bank jumbo. Meski begitu, bank-bank lainnya bisa saja terdampak. Pelemahan ini bisa menyengat sektor riil yang lekat dengan depresiasi nilai tukar rupiah.

“In the long run akan hit juga ke sektor keuangan, karena ekonomi kita itu 70% sangat tergantung ke industri jasa keuangan khususnya perbankan. Jadi bisa berdampak juga ke bank,” ujarnya. (HFAN/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *