Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Ekonomi

Ini Alasan LPS Mempertahankan Suku Bunga Penjaminan Pinjaman

17
×

Ini Alasan LPS Mempertahankan Suku Bunga Penjaminan Pinjaman

Share this article
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan Bank Umum di level 4,25%, yang berlaku sejak 1 Juni sampai 30 September 2024.
Example 468x60

HFANEWS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan Bank Umum di level 4,25%, yang berlaku sejak 1 Juni sampai 30 September 2024.

Sejalan dengan hal itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dengan mempertimbangkan kinerja ekonomi, suku bunga pasar, likuiditas perbankan, stabilitas sistem keuangan, serta upaya mendukung pertumbuhan domestik dan kinerja sektor riil dan memberikan ruang lanjutan dalam pengelolaan likuiditas dan suku bunga, maka LPS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga penjaminan.

Example 300x600

“LPS mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum dan BPR masing-masing sebesar 4,25% pada bank umum dan 6,75% pada bank perekonomian rakyat (BPR). Untuk tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing (valas) pada bank umum sebesar 2,25%,” ujarnya dalam Konferensi Pers pada Selasa (28/5/2024).

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai tingkat bunga penjaminan, lanjut Purbaya, LPS kembali mengingatkan bahwa TBP merupakan batas simpanan bunga maksimal agar simpanan nasabah perbankan dapat masuk program penjaminan simpanan.

“Kami mengimbau agar perbankan transparan dan terbuka menyampaikan ke nasabah mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku saat ini,” jelasnya.

Baca Juga: BPS: Bulan April 2024, Bawang Merah Alami Inflasi 30,75%

Adapun, lanjut dia, selain memiliki bunga yang sesuai dengan tingkat bunga penjaminan LPS, syarat simpanan nasabah agar aman adalah tercatat dalam pembukuan bank dan tidak melakukan pidana yang merugikan bank.

“Tingkat bunga penjaminan LPS tersebut berlaku pada periode 1 Juni hingga 30 September 2024. Purbaya menambahkan tingkat merupakan batas maksimum tingkat bunga wajar perbankan, yang ditentukan oleh pergerakan suku bunga di industri perbankan, ruang intensitas persaingan yang sehat antarbank dalam menghimpun dana masyarakat, serta mempertimbangkan faktor-faktor forward looking untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” paparnya. (HFAN/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *