Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Ekonomi

Pengamat: Jelang Idul Fitri Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Solid dengan Tingkat Inflasi yang Terkendali

377
×

Pengamat: Jelang Idul Fitri Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Solid dengan Tingkat Inflasi yang Terkendali

Share this article
Pengamat Ekonomi Nasional Prof. Dr. Hardi Fardiansyah
Example 468x60

HFANEWS.COM – Pengamat Ekonomi Nasional, Prof. Dr. Hardi Fardiansyah mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih tumbuh sekitar 4,7-5,5% pada tahun 2024.

“Saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai sekitar 5,16% pada kuartal pertama 2024, didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah,” kata Hardi kepada HFANEWS di Jakarta, Senin (8/4/2024).

Example 300x600

Namun, kata Hardi, perlu diingat bahwa prediksi ekonomi dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan adanya faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi. Jadi, penting untuk terus memantau perkembangan ekonomi Indonesia.

Hardi menyebut, ada beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain adalah:
1. Perkembangan Ekonomi Global: Ketika ekonomi global mengalami perlambatan atau krisis, hal ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Misalnya, penurunan permintaan global terhadap produk ekspor Indonesia atau peningkatan biaya impor.

Baca Juga: Inflasi Maret 2024 Capai 0,52%, Kelompok Makanan dan Minuman Beri Andel Deflasi

2. Harga Komoditas: Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir komoditas seperti minyak, gas alam, batu bara, dan kelapa sawit. Fluktuasi harga komoditas global dapat mempengaruhi pendapatan negara dan sektor ekonomi terkait

3. Kondisi Politik dan Keamanan Global: Ketidakstabilan politik dan konflik di negara lain dapat berdampak negatif pada perekonomian Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi investasi asing, perdagangan, dan kepercayaan investor.

4. Kebijakan Moneter dan Fiskal Global: Kebijakan moneter dan fiskal dari negara-negara maju seperti AS dan Uni Eropa dapat mempengaruhi arus modal, suku bunga, dan nilai tukar mata uang. Perubahan dalam kebijakan ini dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.

5. Bencana Alam: Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Bencana alam dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur, menurunnya produksi, dan dampak negatif lainnya pada perekonomian.

6. Perubahan Iklim: Perubahan iklim global dapat berdampak pada sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata di Indonesia. Misalnya, peningkatan suhu global dapat mengganggu pola musim tanam, mengurangi hasil panen, dan mengganggu sektor pariwisata.

“Penting untuk diingat bahwa faktor-faktor eksternal ini dapat saling berhubungan dan kompleks. Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi dampak negatif dan memanfaatkan peluang yang ada guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Hardi mengingatkan.

Lebih lanjut, pria yang juga berprofesi sebagai Pengamat Ekonomi, advokat, motivator dan Dosen ini menilai pemerintah yang akan dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki potensi untuk mengelola pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Pemerintahan yang efektif membutuhkan kebijakan yang baik, kestabilan politik, kepercayaan investor, dan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Selain itu, penting bagi pemerintah untuk memiliki strategi yang komprehensif dalam mengelola sektor ekonomi, termasuk investasi, perdagangan, industri, pertanian, dan sektor-sektor lainnya,” paparnya.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Masih Tumbuh 5% di Tahun Ini

Selain itu, kata Hardi, pemerintah juga perlu memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti stabilitas politik, kebijakan moneter dan fiskal yang baik, pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan perlindungan lingkungan.

“Namun, penting untuk diingat bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak hanya tergantung pada satu individu atau satu pemerintahan. Seluruh masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi aktif, kewirausahaan, dan inovasi,” pungkasnya.

Hardi menegaskan, peran masyarakat sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berikut adalah beberapa cara di mana masyarakat dapat berkontribusi:

1. Kewirausahaan: Masyarakat dapat menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja melalui usaha mereka sendiri. Dengan memulai bisnis baru, masyarakat dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran.

2. Konsumsi dan Investasi: Masyarakat dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi dan investasi. Dengan menghabiskan uang mereka untuk barang dan jasa yang diproduksi secara lokal, masyarakat dapat mendukung industri dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dengan berinvestasi dalam instrumen keuangan seperti saham atau obligasi, masyarakat dapat memberikan modal yang diperlukan untuk pengembangan bisnis dan proyek infrastruktur.

3. Pendidikan dan Pelatihan: Pendidikan dan pelatihan yang baik adalah kunci untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Masyarakat dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka melalui pendidikan formal, pelatihan, dan pengembangan diri. Dengan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi.

4. Inovasi dan Kreativitas: Masyarakat dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi dan kreativitas. Dengan mengembangkan ide-ide baru, menciptakan produk dan layanan yang inovatif, serta menerapkan teknologi baru, masyarakat dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor ekonomi.

5. Partisipasi dalam Program Pemerintah: Masyarakat dapat berperan aktif dalam program-program pemerintah yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya, dengan mengikuti program pelatihan kewirausahaan, program pengembangan industri lokal, atau program pengembangan pariwisata. Dengan berpartisipasi dalam program ini, masyarakat dapat mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka sendiri dan mendukung pertumbuhan ekonomi. (HFAN/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *