Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
BeritaNasional

Perempuan dalam Advokasi: Suara yang Tak Boleh Terdiamkan

226
×

Perempuan dalam Advokasi: Suara yang Tak Boleh Terdiamkan

Share this article
Example 468x60

HFANEWS.COM – Hari Kartini tak sekadar mengenang seorang tokoh berjasa, tapi juga menjadi momentum untuk merenungkan perjuangan panjang perempuan dalam membangun bangsa.

Raden Ajeng R.A Kartini Djojo Adhiningrat, seorang wanita bangsawan Jawa, lahir pada 1879 dan wafat pada 1904. Namanya diabadikan sebagai pahlawan nasional Indonesia karena perjuangan dan advokasi hak serta pendidikan perempuan, menjadi pelopor gerakan wanita di Asia Tenggara.

Example 300x600

Lahir dalam keluarga bangsawan di Jepara, Jawa Tengah, Kartini menghadapi realitas masa itu di mana perempuan terkungkung dalam rumah tanpa akses pendidikan formal.

Baca Juga : BMKG: Tekanan Rendah Laut Arafura Selatan Bisa Picu Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat

Meski telah mendapat pendidikan, Kartini terbelenggu oleh adat istiadat Jawa yang kaku. Namun, kesadaran akan keterbatasan ini memicu impian Kartini untuk perubahan. Dalam surat-suratnya, ia mengekspresikan aspirasi akan pendidikan dan hak-hak perempuan.

Advokasi Kartini menjadi terobosan dan memicu gerakan wanita tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Kata-katanya yang inspiratif, seperti “Habis Kegelapan Terbitlah Terang”, menginspirasi banyak orang.

Semboyan Kartini, “Aku Mau!”, mengajak untuk bertindak dan mengejar impian tanpa ragu. Ini mengingatkan bahwa kesuksesan memerlukan kerja keras dan ketekunan.

Perempuan bukanlah sekadar penonton di panggung perubahan sosial. Mereka adalah pelaku utama, penggerak revolusi dalam meruntuhkan tembok-tembok ketidaksetaraan. Melalui advokasi, perempuan memperjuangkan hak-hak dasar, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan akses pendidikan yang setara.

Advokasi perempuan bukan sekadar isu gender, tapi soal keadilan. Dalam advokasi, perempuan membawa perspektif yang berbeda, memperkaya pembicaraan, dan menyeimbangkan kekuatan. Mereka adalah suara yang tak boleh terdiamkan dalam ruang pembahasan, ruang pengambilan keputusan, dan ruang aksi.

Keseimbangan dan keadilan bukanlah impian semata, tapi tujuan yang harus dikejar bersama. Laki-laki dan perempuan, bersama-sama, membangun jalan menuju masyarakat yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam setiap langkah advokasi, mari kita selalu ingat bahwa kehadiran perempuan tidaklah sekadar penting. Mereka adalah kekuatan tak tergantikan, pilar dalam fondasi perubahan yang kita bangun. Bersama, mari kita dukung, hargai, dan memberdayakan perempuan dalam setiap aspek kehidupan, karena hanya dengan demikian kita dapat mencapai tujuan bersama: keadilan, kesetaraan, dan kemajuan bagi semua.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *