Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Ekonomi

Siang Ini Rupiah Melemah Setelah BI Umumkan Menahan Susu Bunga di Level 6,25%

20
×

Siang Ini Rupiah Melemah Setelah BI Umumkan Menahan Susu Bunga di Level 6,25%

Share this article
Foto Ilustrasi, rupiah melemah
Example 468x60

HFANEWS.COM – Rupiah spot terus melemah pada perdagangan Jumat (21/6/2024) siang. Pukul 11.44 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.457 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.430 per dolar AS. Rupiah ada di posisi terlemah sejak April 2020.

Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,19%, disusul rupiah yang melemah 0,16%, ringgit Malaysia melemah 0,09%, pesso Filipina melemah 0,08%, dan yuan China yang melemah 0,008% terhadap dolar AS.

Example 300x600

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS siang ini. Baht Thailand menguat 0,09%, dolar Singapura menguat 0,07%, rupee India menguat 0,06%, yen Jepang menguat 0,03%, dolar Taiwan menguat 0,02% dan dolar Hong Kong menguat 0,02% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 105,56, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 105,58.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih berisiko tertekan dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia mengumumkan menahan suku bunga (BI Rate) di level 6,25%.

Baca Juga: GAPENSI Nilai Pelemahan Rupiah Berdampak pada Pembiayaan Proyek Konstruksi

Sebelumnya, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.420—16.500 per dolar AS, rupiah mengakhiri perdagangan dengan turun 0,40% atau 65 poin ke posisi Rp16.430 per dolar AS. Sementara itu indeks dolar terpantau naik 0,24% ke posisi 105,132.

Ibrahim mengatakan rupiah kini sudah menembus level Rp16.430. Sementara itu kebijakan makro prudential dan sistem pembayaran tetap progrowth dukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

Pelemahan rupiah terjadi sesaat setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20—21 Juni 2024.

Sedangkan suku bunga Deposit Facility naik ke posisi 5,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 7%. Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro stabilitas sebagian langkah preemptive dan forward looking untuk pastikan inflasi sesuai sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2024 dan 2025.

“Kebijakan ini, akan didukung dengan penguatan operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stabilitas rupiah dan masuknya aliran modal asing,” kata Ibrahim, pada Kamis (20/6/2024).

Alasan mempertahankan suku bunga, karena BI memperkirakan ekonomi global tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yakni mencapai 3,2 persen pada 2024, lebih tinggi dari perkiraan awal terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan ekonomi di India dan Tiongkok.

Walaupun ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia yang lebih kuat. Sementara itu, para pedagang menunggu lebih banyak petunjuk kebijakan AS, sementara Bank of England akan melakukan pertemuan, di mana suku bunga diperkirakan tidak berubah.

Selain BoE, investor juga akan mengamati keputusan bank sentral Swiss dan Norwegia pada hari Kamis untuk menentukan prospek suku bunga global. (HFAN/Arum)

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *